Indonesia Music Summit 2025 atau IMuST resmi dibuka dengan sesi Music Discourse yang mengangkat tema potensi industri pertunjukan musik di Indonesia. Diskusi hari pertama ini menghadirkan empat pembicara yaitu Harry Koko Santoso, Isyana Sarasvati, David Karto, dan Endah Widastuti yang dipandu oleh Ronal Surapradja sebagai moderator. Para panelis menyoroti kurangnya infrastruktur sebagai hambatan utama dalam perkembangan industri musik Indonesia, di mana fasilitas konser terpusat di Jakarta. Harry Koko mengemukakan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak gedung pertunjukan yang memadai, serta menggarisbawahi pentingnya akses yang lebih luas terhadap fasilitas publik untuk kegiatan musik.
Harry juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dengan adanya lebih banyak gedung pertunjukan. David Karto turut membahas perkembangan festival Synchronize Fest yang menunjukkan peningkatan animo masyarakat terhadap musik Indonesia. Isyana Sarasvati menggarisbawahi kekuatan identitas musik Indonesia yang dipengaruhi oleh keberagaman budaya, dan menyinggung peluang musisi Indonesia untuk masuk pasar global seiring penguatan ekosistemnya.
Diskusi ditutup dengan seruan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian lebih pada penyediaan fasilitas dan ruang pertunjukan guna mempercepat pertumbuhan industri musik Indonesia yang memiliki potensi ekonomi kreatif besar.





