Presiden Ferrari, John Elkann, baru-baru ini menghadapi kritik karena komentarnya terhadap Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Tanggapan dari mantan juara Formula 1, Jenson Button, mengambil posisi untuk membela Leclerc, sesama pembalap, dan rekan setimnya sebelumnya. Button merespons kontroversi itu dengan menyarankan agar Elkann memberikan contoh yang positif, menyuarakan dukungan untuk pembalap Scuderia. Selain Button, Karun Chandhok, yang berkompetisi di F1 pada 2010-2011, menyoroti bahwa masalah utama Ferrari sekarang adalah kurangnya kecepatan mobil mereka. Dia meyakini bahwa jika mobil Ferrari sekuat McLaren tahun ini, baik Charles maupun Lewis akan memiliki kesempatan untuk memenangkan gelar juara.
Meskipun Leclerc tidak secara khusus merujuk pada komentar Elkann, ia memposting pernyataan di media sosial untuk menekankan pentingnya persatuan dalam mengubah situasi Ferrari dalam sisa musim ini. Sebaliknya, Hamilton memilih untuk mendukung timnya dengan tekad tak tergoyahkan. Perjalanan Hamilton dan Button sebagai rekan setim di McLaren dari 2010 hingga 2012 menjadi sorotan, mengingat Button pindah ke Mercedes dan meraih enam gelar dunia sebelum bergabung dengan Ferrari pada tahun 2025. Button sendiri mengakhiri kariernya di F1 pada 2016 dan kembali dalam peran pengganti pembalap McLaren di Grand Prix Monaco pada 2017. Selain komentar dari Button dan Chandhok, respons positif dari Leclerc dan Hamilton menunjukkan semangat yang tinggi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh Ferrari di musim ini.





