Penelitian Terbaru: Sinyal Wi-Fi Lacak Posisi Orang – Jagat Review

by -188 Views

Ringkasan Utama

Sinyal Wi-Fi dapat Digunakan untuk Melacak Posisi Orang Tanpa Koneksi Wi-Fi

Risiko keamanan yang seringkali muncul saat menggunakan Wi-Fi adalah perhatian utama. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada potensi penyalahgunaan sinyal Wi-Fi untuk melacak posisi seseorang, bahkan tanpa perangkat yang terhubung ke Wi-Fi. Penelitian yang dilakukan oleh Karlsruhe Institute of Technology mengungkap bahwa router yang mendukung Wi-Fi 5 (802.11ac) memiliki kemampuan untuk melacak posisi seseorang di dunia nyata. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait keamanan dan privasi.

Perkembangan Terkini

Serangan keamanan baru yang diperkenalkan sebagai BFId memanfaatkan fitur beamforming yang tersedia dalam standar Wi-Fi 5. Fitur ini memungkinkan sinyal Wi-Fi untuk lebih terfokus dan terarah ke perangkat penerima seperti smartphone atau PC. Dengan koneksi antara perangkat Wi-Fi, sinyal beamforming dapat membentuk gambar berbasis radio dari berbagai sudut. Dalam penelitian, teknik ini telah terbukti memiliki tingkat akurasi hingga 100 persen. Kombinasi dengan model machine learning yang telah dilatih memungkinkan celah keamanan ini digunakan untuk melacak posisi seseorang.

Ketidakamanan semakin bertambah dengan banyaknya perangkat Wi-Fi modern yang mendukung Wi-Fi 5 dan adanya sinyal Wi-Fi yang tidak terenkripsi. Sebelum penemuan celah keamanan ini, peneliti dari La Sapienza University of Rome telah memperkenalkan WhoFi yang mampu mengidentifikasi manusia melalui sinyal Wi-Fi dengan tingkat keberhasilan di atas 90 persen.

Hal Penting untuk Dicermati

Dengan adanya penelitian ini, penting untuk mempertanyakan apakah ada solusi untuk melindungi diri dari potensi serangan keamanan ini di masa depan.

Source link

Penutup

Secara editorial, naskah ini dapat dibaca sebagai rangkuman perkembangan isu utama yang disebut dalam judul, dengan penekanan pada urutan informasi agar tidak terputus di tengah pembahasan.

Pembaca biasanya membutuhkan konteks singkat, inti persoalan, serta penegasan bagian yang paling relevan. Karena itu, struktur artikel dirapikan agar setiap paragraf punya fungsi yang lebih jelas.

Seluruh penguatan di bagian ini disusun dari informasi yang sudah ada di dalam naskah, sehingga tujuan utamanya adalah memperjelas penyajian, bukan mengubah inti fakta yang telah dituliskan sebelumnya.