OpenAI, Oracle, dan SoftBank sedang bekerja sama untuk mengembangkan proyek pusat data raksasa yang dikenal sebagai Stargate, yang diyakini akan menjadi salah satu kemajuan terbesar dalam bidang komputasi AI. Sebagai bagian dari proyek ini, OpenAI telah menjalin kemitraan dengan produsen memori terkemuka seperti Samsung dan SK hynix. Mereka dilaporkan telah memesan jumlah wafer DRAM yang sangat besar, sekitar 900 ribu wafer per bulan, bukan chip DRAM yang sudah jadi, namun wafer yang masih dalam bentuk utuh. Jumlah ini hampir mencapai 40 persen dari total output DRAM global dan diproyeksikan akan menjadi penggunaan memori terbesar oleh satu entitas tunggal dalam industri memori. Proyek Stargate diperkirakan akan menggunakan jenis memori DRAM seperti DDR5 untuk kebutuhan umum dan HBM (High Bandwidth Memory) untuk prosesor AI kelas atas. Selain itu, pusat data Stargate juga akan mengandalkan ribuan GPU canggih seperti Nvidia Blackwell, beserta sistem pendingin dan pasokan daya dalam skala besar. Eksekutif OpenAI, termasuk Sam Altman, sedang berupaya untuk mengamankan kontrak pasokan strategis di berbagai wilayah, dengan fokus utama pada Asia-Pasifik. Dengan permintaan DRAM yang begitu besar dari OpenAI, banyak yang penasaran mengenai bagaimana dampaknya terhadap pasar memori dan harga chip global.
Proyek Stargate OpenAI Menyerap 40% Produksi DRAM Global





