Lenovo Rilis 2 Tablet Android Terbaru di IFA 2025

by -293 Views

Lenovo Bawa Dua Tablet Android Baru ke IFA 2025: Satu Serius di Kelas Premium, Satu Lagi Lebih Ramah Kantong

Lenovo datang ke IFA 2025 bukan hanya membawa laptop anyar, tetapi juga dua tablet Android yang jelas menyasar dua kelompok pengguna berbeda. Di satu sisi ada Yoga Tab, tablet yang diposisikan sebagai perangkat premium dengan spesifikasi tinggi dan fitur lengkap. Di sisi lain, Lenovo menyiapkan Idea Tab Plus sebagai opsi yang lebih terjangkau, namun tetap dibekali layar besar, baterai besar, dan dukungan stylus.

Langkah ini memperlihatkan strategi Lenovo yang semakin agresif di pasar tablet Android: satu model dibuat untuk pengguna yang mengejar performa dan pengalaman kelas atas, sementara model lainnya dirancang agar lebih mudah dijangkau tanpa kehilangan daya tarik utama. Dua pendekatan ini membuat lini tablet Lenovo terasa lebih jelas arahnya dibanding sekadar mengandalkan satu perangkat serba bisa.

Yoga Tab: Tablet Tipis, Ringan, dan Penuh Tenaga

Yoga Tab menjadi model yang paling menonjol dalam pengumuman Lenovo di IFA 2025. Tablet ini membawa layar 11,1 inci dengan resolusi 3200×2000 dan refresh rate 144Hz, kombinasi yang langsung menempatkannya di kelas atas. Panel dengan tingkat kecerahan hingga 800 nit juga membuat perangkat ini lebih menjanjikan untuk penggunaan di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk saat dipakai di luar ruangan atau di ruangan terang.

Di sektor audio, Lenovo menambahkan empat speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Kehadiran konfigurasi ini menunjukkan bahwa Yoga Tab tidak hanya dibangun untuk produktivitas, tetapi juga untuk konsumsi hiburan yang lebih serius. Menonton film, bermain gim, atau sekadar menikmati konten multimedia akan terasa lebih hidup berkat dukungan suara yang dibuat lebih imersif.

Secara desain, Yoga Tab memakai bodi unibody berbahan metal. Lenovo juga menekan bobotnya hingga hanya 458 gram, angka yang tergolong ringan untuk tablet dengan layar dan spesifikasi seperti ini. Dengan bodi tipis dan material premium, perangkat ini tampak diarahkan untuk pengguna yang ingin tablet ringkas namun tetap terasa mewah saat digenggam.

Untuk urusan daya, Lenovo menyematkan baterai silikon-karbon 8.860 mAh yang didukung pengisian cepat 68W. Kombinasi ini penting karena perangkat dengan layar 144Hz dan chip kelas atas tentu membutuhkan manajemen daya yang baik. Pengisian cepatnya juga membuat tablet ini lebih praktis dipakai dalam mobilitas tinggi, terutama bagi pengguna yang tidak ingin terlalu lama menunggu proses isi ulang.

Dapur pacunya menggunakan Snapdragon 8 Gen 3, dipasangkan dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Dengan susunan ini, Yoga Tab jelas tidak ditujukan sebagai tablet biasa untuk konsumsi ringan. Lenovo tampaknya ingin menjadikannya perangkat yang sanggup menangani tugas berat, multitasking, hingga penggunaan aplikasi yang lebih menuntut.

Lenovo juga menambahkan sejumlah fitur berbasis AI, dukungan Perplexity Pro, aksesori keyboard 2-in-1, serta Lenovo Tab Pen Pro. Artinya, perangkat ini tidak hanya diposisikan sebagai tablet hiburan, tetapi juga sebagai alat kerja yang bisa berubah fungsi sesuai kebutuhan pengguna. Kehadiran stylus dan keyboard membuat Yoga Tab lebih fleksibel untuk mencatat, menggambar, mengedit, atau bekerja dalam format yang lebih mirip laptop ringan.

Yoga Tab hadir dalam dua pilihan warna, Luna Grey dan Seashell. Lenovo mematok harganya di kisaran Rp 9 jutaan, yang menegaskan posisinya sebagai tablet premium di jajaran Android terbaru mereka.

Idea Tab Plus: Layar Lebih Besar, Harga Lebih Bersahabat

Bila Yoga Tab menyasar pengguna yang mencari performa tinggi, Idea Tab Plus mengambil jalur yang berbeda. Tablet ini hadir dengan layar 12,1 inci beresolusi 2560×1600 dan refresh rate 90Hz. Ukuran layar yang lebih besar memberi kesan lebih lega untuk membaca, menonton, atau bekerja, sementara refresh rate 90Hz masih cukup nyaman untuk penggunaan harian.

Berbeda dari Yoga Tab yang mengincar kelas premium, Idea Tab Plus menggunakan MediaTek Dimensity 6400 sebagai otak utama. Lenovo memadukannya dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB, sehingga secara spesifikasi perangkat ini tetap tergolong kompetitif di kelas menengah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Lenovo tidak sekadar memangkas fitur untuk menurunkan harga, tetapi masih menjaga konfigurasi yang cukup kuat untuk kebutuhan umum.

Di bagian baterai, Idea Tab Plus justru datang dengan kapasitas yang lebih besar, yakni 10.200 mAh. Pengisian dayanya mendukung fast charging 45W. Dengan baterai seperti ini, tablet berpeluang menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang lebih memprioritaskan durasi pakai panjang dibanding performa mentah. Untuk ukuran perangkat yang mengandalkan layar besar, kapasitas daya ini menjadi nilai jual yang cukup penting.

Lenovo juga melengkapi Idea Tab Plus dengan dukungan Dolby Atmos, fitur AI, serta kompatibilitas dengan Lenovo Tab Pen dan Tab Pen Plus. Walaupun posisinya lebih murah, tablet ini tetap disiapkan agar bisa dipakai untuk kebutuhan produktivitas ringan maupun hiburan. Dukungan stylus memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin mencatat, menggambar, atau mengisi dokumen langsung di layar.

Idea Tab Plus dijadwalkan meluncur pada Oktober dengan harga sekitar Rp 4 jutaan. Lenovo menyediakan tiga pilihan warna, yaitu Luna Grey, Cloud Grey, dan Seashell. Dengan banderol ini, Idea Tab Plus jelas diarahkan untuk pasar yang lebih luas, terutama mereka yang ingin tablet layar besar tanpa harus mengeluarkan dana sebesar model premium.

Lenovo Makin Tegas Memisahkan Tablet Premium dan Kelas Menengah

Peluncuran dua tablet ini memperlihatkan cara Lenovo membangun identitas yang berbeda untuk masing-masing perangkat. Yoga Tab dibuat sebagai tablet Android yang nyaris tidak kompromi: layar tajam, refresh rate tinggi, chip flagship, audio empat speaker, pengisian cepat, serta aksesori lengkap. Sementara itu, Idea Tab Plus hadir sebagai alternatif yang lebih masuk akal secara harga, namun tetap menawarkan layar besar, baterai awet, dan dukungan pen stylus.

Di tengah pasar tablet Android yang sering kali terasa seragam, pendekatan Lenovo ini cukup menarik. Alih-alih membuat dua perangkat dengan karakter terlalu mirip, perusahaan justru membaginya dengan jelas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan beli pengguna. Hasilnya, calon pembeli bisa memilih tanpa harus bingung membandingkan dua produk yang terlalu berdekatan secara fungsi.

Dengan hadirnya Yoga Tab dan Idea Tab Plus di IFA 2025, Lenovo tampak ingin menunjukkan bahwa tablet Android masih punya ruang untuk berkembang di dua jalur sekaligus: kelas premium yang mendekati pengalaman perangkat kerja serius, dan kelas menengah yang menawarkan nilai lebih praktis. Dua model ini bukan sekadar tambahan di katalog, melainkan sinyal bahwa Lenovo masih serius memperluas peran tablet dalam ekosistem produknya.