Huawei kembali menambah amunisi di pasar tablet dengan menghadirkan MatePad 11.5 S 2025. Perangkat ini meluncur bersamaan dengan MatePad Air 2025 dan langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi layar beresolusi tinggi, desain tipis, serta dukungan aksesori yang membuatnya terasa lebih siap dipakai untuk kerja, belajar, maupun hiburan.
Di tengah persaingan tablet yang makin padat, Huawei tampaknya ingin menegaskan bahwa lini MatePad masih punya ruang untuk bersaing, terutama lewat pendekatan yang menonjolkan kenyamanan visual dan produktivitas. MatePad 11.5 S 2025 tidak hanya mengandalkan ukuran layar yang pas di tangan, tetapi juga membawa panel dengan spesifikasi yang cukup serius untuk kelasnya.
Layar 11,5 Inci dengan Opsi PaperMatte
Bagian yang paling menonjol dari MatePad 11.5 S 2025 ada pada layarnya. Huawei membekali tablet ini dengan panel IPS LCD berukuran 11,5 inci, resolusi 2.800 x 1.840 piksel, serta refresh rate 144Hz. Kombinasi ini membuat tampilan terasa lebih halus saat digunakan untuk menggulir halaman, berpindah aplikasi, atau menikmati konten visual dengan gerakan cepat.
Tak berhenti di situ, layar tablet ini juga diklaim mendukung 100% DCI-P3, yang berarti reproduksi warnanya disiapkan untuk tampil lebih luas dan kaya. Bagi pengguna yang sering menonton video, mengedit dokumen visual, atau sekadar menginginkan tampilan layar yang lebih hidup, spesifikasi ini menjadi nilai tambah yang cukup jelas.
Huawei juga menyediakan varian PaperMatte. Opsi ini ditujukan untuk pengguna yang lebih sering berhadapan dengan pantulan cahaya, karena lapisan tersebut membantu mengurangi refleksi di permukaan layar. Dalam praktiknya, pendekatan semacam ini biasanya lebih nyaman untuk membaca dalam waktu lama atau bekerja di ruangan dengan pencahayaan terang. Kehadiran varian ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya mengejar spesifikasi di atas kertas, tetapi juga mencoba menyentuh sisi pengalaman pakai yang lebih spesifik.
Secara fisik, MatePad 11.5 S 2025 hadir dengan bodi setebal 6,1 mm dan bobot 515 gram. Angka ini membuatnya tetap tergolong ramping untuk tablet berlayar lebih dari 11 inci. Desain seperti ini umumnya memberi kesan praktis, tidak terlalu berat untuk dibawa, dan masih cukup nyaman digunakan dalam berbagai posisi, baik ditaruh di meja maupun dipegang dalam waktu singkat.
Performa, Baterai, dan Kamera: Fokus ke Kebutuhan Harian
Huawei belum mengumumkan detail prosesor yang digunakan pada MatePad 11.5 S 2025. Meski begitu, tablet ini sudah dipasarkan dalam beberapa konfigurasi memori yang cukup luas, mulai dari RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal hingga 512GB. Untuk tablet, kapasitas semacam ini jelas memberi ruang yang lega bagi pengguna yang ingin menjalankan banyak aplikasi, menyimpan file kerja, atau mengoleksi dokumen dan media dalam jumlah besar.
Walau spesifikasi chipset masih disimpan, kombinasi RAM besar dan storage lapang memberi sinyal bahwa Huawei menargetkan perangkat ini bukan sekadar sebagai tablet konsumsi konten, melainkan juga sebagai perangkat yang bisa dipakai untuk produktivitas harian. Di kelas tablet, kapasitas memori sering kali menjadi faktor penting karena menentukan seberapa nyaman perangkat digunakan dalam skenario multitasking.
Untuk daya tahan, MatePad 11.5 S 2025 membawa baterai 8.800mAh. Kapasitas ini cukup besar untuk ukuran tablet tipis, dan Huawei melengkapinya dengan dukungan pengisian cepat 40W. Dengan baterai sebesar ini, tablet diposisikan agar tetap bisa menemani aktivitas panjang tanpa terlalu sering bergantung pada charger. Sementara dukungan fast charging memberi keuntungan saat pengguna perlu mengisi daya dalam waktu yang lebih singkat.
Di sektor kamera, Huawei menyematkan sensor 13MP di bagian belakang dan kamera depan 8MP. Kamera selfie tersebut disebut mampu merekam video hingga 1080p. Seperti kebanyakan tablet, kamera pada perangkat ini tampaknya lebih diarahkan untuk kebutuhan komunikasi video, pemindaian dokumen, atau pengambilan gambar ringan ketimbang fotografi serius. Namun, keberadaan kamera depan yang cukup layak tetap penting, terutama di era rapat daring dan kelas online yang masih menjadi kebutuhan banyak pengguna.
Pengalaman audio juga mendapat perhatian lewat empat speaker yang disematkan pada tablet ini. Kehadiran empat speaker biasanya membantu menghasilkan suara yang lebih penuh dan merata saat menonton film, mendengarkan musik, atau mengikuti panggilan video. Untuk sebuah tablet yang dirancang untuk hiburan dan kerja, sektor audio seperti ini menjadi pelengkap yang tidak bisa diabaikan.
Dukungan Aksesori dan Harga Peluncuran di Tiongkok
MatePad 11.5 S 2025 juga disiapkan untuk mendukung produktivitas lewat aksesori tambahan. Tablet ini kompatibel dengan stylus M-Pencil Pro 3 dan keyboard magnetik. Dukungan stylus membuat perangkat lebih fleksibel untuk mencatat, menggambar, atau memberi anotasi pada dokumen, sedangkan keyboard magnetik memperkuat posisinya sebagai perangkat yang bisa dipakai untuk mengetik lebih nyaman dibandingkan layar sentuh semata.
Namun, ada satu batasan yang masih perlu dicatat: tablet ini hanya mendukung Wi-Fi 6 dan belum dibekali koneksi seluler. Artinya, pengguna tetap bergantung pada jaringan Wi-Fi untuk terhubung ke internet. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin bukan masalah besar, tetapi bagi pengguna yang menginginkan mobilitas penuh, absennya dukungan seluler tentu menjadi pertimbangan tersendiri.
Untuk saat ini, Huawei baru memasarkan MatePad 11.5 S 2025 di Tiongkok. Harga awalnya dipatok 2.499 yuan atau sekitar Rp5,6 jutaan untuk varian 8GB/128GB. Sementara itu, model tertinggi dengan RAM 12GB dan penyimpanan 512GB dibanderol 3.199 yuan atau sekitar Rp7,3 jutaan. Rentang harga ini menunjukkan bahwa Huawei ingin menghadirkan tablet dengan pilihan yang cukup fleksibel, dari model yang lebih terjangkau hingga versi yang lebih lega untuk kebutuhan penyimpanan besar.
Dengan layar 144Hz, opsi PaperMatte, baterai 8.800mAh, serta dukungan stylus dan keyboard, MatePad 11.5 S 2025 terlihat disusun sebagai tablet serbaguna yang menempatkan kenyamanan visual dan produktivitas sebagai nilai utama. Di tengah banyaknya tablet yang berlomba menonjolkan angka spesifikasi, Huawei memilih jalur yang lebih terarah: menawarkan perangkat yang terasa relevan untuk penggunaan sehari-hari tanpa meninggalkan kesan premium pada desain dan fiturnya.





