Pada tahun-tahun terakhir, Ducati telah menunjukkan dominasi yang kuat di MotoGP dengan motor Desmosedici yang luar biasa. Mereka bukan hanya mengungguli pesaing di lintasan, tetapi juga memberikan tekanan di luar lintasan. Seiring dengan kinerja luar biasa dari para pembalap seperti Marc Marquez, Ducati telah mampu menarik perhatian dan kemitraan yang menguntungkan.
Keberhasilan Ducati dalam mengekstraksi nilai maksimum dari setiap motor yang mereka produksi telah membuat mereka menjadi salah satu kekuatan dominan di MotoGP. Dengan kehadiran pembalap-pembalap baru yang menjanjikan seperti Fermin Aldeguer, Ducati telah mampu memposisikan diri sebagai pemimpin di kelas utama.
Namun, dalam menghadapi musim depan, Ducati sedang mempertimbangkan untuk menurunkan enam motor GP26 di lintasan. Dengan kontrak pembalap seperti Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Fermin Aldeguer, serta kinerja yang mengesankan dari Desmosedici, Ducati melihat peluang untuk memperkuat dominasinya di MotoGP.
Keputusan Ducati untuk menghomologasi satu spesifikasi mesin untuk semua pembalapnya menjadi sorotan utama. Meskipun awalnya diputuskan untuk menggunakan mesin 2024, perbedaan spesifikasi antara pembalap seperti Marquez, Bagnaia, dan Di Giannantonio dengan Alex Marquez, Aldeguer, dan Morbidelli mulai muncul.
Dalam menghadapi musim depan, Ducati harus mempertimbangkan aspek-aspek teknis dan kesepakatan kontrak dengan pembalapnya. Dengan potensi untuk memperkuat dominasinya di MotoGP, Ducati harus mengambil langkah strategis untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di kelas utama.





