Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan desakan kepada CEO Intel, Lip Bu Tan, untuk segera mengundurkan diri. Melalui akun sosial medianya di Sosial Truth, Trump menuduh Tan terlibat dalam investasi perusahaan China yang diduga terkait dengan militer. Meskipun Tan adalah warga negara Amerika Serikat yang lahir di Malaysia, penunjukan beliau sebagai CEO Intel baru-baru ini disambut dengan cepat sebagai strategi untuk memperbaiki kondisi perusahaan. Meskipun tidak ada bukti konkret tentang keterlibatan Tan dengan pemerintah atau militer China, namun pernyataan Trump tersebut langsung berdampak pada penurunan harga saham Intel sebesar lebih dari 3%.
Intel sendiri memberikan pernyataan tertulis sebagai tanggapan atas desakan Trump, menegaskan komitmennya terhadap keamanan nasional Amerika Serikat dan keselarasan dengan agenda “America First”. Perusahaan ini juga mengumumkan akan melanjutkan investasi miliaran dolar dalam riset dan pengembangan semikonduktor domestik serta manufaktur, termasuk pembangunan pabrik baru di Arizona. Beberapa pakar industri menganggap desakan Trump terhadap Intel sebagai tekanan terkait investasi dalam negeri, dan melihat bahwa Intel kurang agresif dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah, berbeda dengan perusahaan lain seperti Apple atau OpenAI yang lebih proaktif.





