Jelajahi Kuliner Khas Sulsel Bersama Pengurus dan Kader Nasdem di Makassar

by -290 Views

Makassar tengah bersiap menerima lonjakan aktivitas ekonomi dan keramaian baru seiring pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai NasDem yang digelar pada 8–10 Agustus 2025. Bukan sekadar agenda politik, pertemuan berskala nasional ini langsung menggerakkan banyak sektor di Sulawesi Selatan, terutama di Kota Makassar yang menjadi pusat kegiatan.

Kehadiran ribuan pengurus dan kader NasDem dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan memberi efek berantai bagi perekonomian lokal. Dari hotel yang mulai terisi, restoran yang lebih ramai, hingga pelaku usaha kecil yang ikut merasakan perputaran uang, momentum ini menjadi panggung tersendiri bagi Makassar. Bahkan sebelum acara resmi dimulai, sejumlah tokoh partai sudah lebih dulu tiba di kota ini sejak Rabu, 6 Agustus 2025.

Di antara yang telah hadir tercatat nama-nama seperti Jan Darmadi, IGK Manila, Siti Nurbaya, Prananda Surya Paloh, dan sejumlah kader lainnya. Kedatangan mereka menandai dimulainya aktivitas pendukung Rakernas yang tak hanya terpusat pada forum internal partai, tetapi juga memberi ruang bagi peserta untuk mengenal Makassar lebih dekat, termasuk lewat kuliner khasnya yang terkenal kuat rasa dan karakternya.

Rakernas NasDem Dorong Perputaran Ekonomi di Makassar

Pelaksanaan Rakernas I Partai NasDem di Makassar dipandang membawa dampak positif yang cukup luas, terutama bagi sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan mobilitas peserta. Industri perhotelan menjadi salah satu yang paling cepat merasakan efeknya. Dengan jumlah peserta yang datang dari berbagai daerah, tingkat hunian kamar diperkirakan meningkat signifikan selama beberapa hari penyelenggaraan acara.

Tak hanya hotel, sektor restoran dan kuliner juga ikut terdorong. Arus kedatangan tamu dari luar daerah membuka peluang bagi pelaku usaha makanan untuk menikmati tingginya permintaan. Di kota yang memang dikenal kaya cita rasa, kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri. Para tamu yang memiliki waktu luang banyak memanfaatkannya untuk berkeliling dan mencicipi sajian khas Makassar yang sudah lama menjadi identitas kuliner Sulawesi Selatan.

Dari sisi transportasi lokal, pergerakan peserta Rakernas juga menciptakan aktivitas tambahan. Mobilitas dari hotel ke lokasi acara, kunjungan ke pusat kuliner, hingga perjalanan singkat untuk berwisata turut memberi ruang bagi pelaku transportasi harian. Dalam skala yang lebih luas, gelaran ini dinilai ikut menjaga denyut ekonomi kota tetap bergerak selama beberapa hari penuh.

Rakernas juga memberi panggung bagi produk-produk lokal. Sejumlah produk khas Sulsel dipamerkan selama kegiatan berlangsung, sementara UMKM dilibatkan dalam pemasaran berbagai barang daerah. Keterlibatan ini bukan hanya soal jual beli, tetapi juga tentang membuka akses promosi yang lebih luas bagi produk lokal di hadapan peserta dari seluruh Indonesia.

Kuliner Makassar Jadi Daya Tarik di Waktu Senggang

Di sela-sela padatnya agenda Rakernas, banyak peserta yang memilih menikmati sisi lain Makassar: kulinernya. Kota ini memang punya reputasi kuat dalam urusan makanan, dan momen kedatangan ribuan kader NasDem menjadi kesempatan untuk membuktikannya secara langsung. Beberapa menu yang paling banyak diburu di antaranya Coto Makassar, Pallubasa, dan Konro.

Coto Makassar dengan kuah kaya rempah, Pallubasa yang gurih dan khas, serta Konro yang identik dengan cita rasa daging dan bumbu kuat, menjadi sajian yang sulit dilewatkan para tamu luar kota. Bagi banyak peserta, pengalaman kuliner ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi juga bagian dari mengenal karakter Makassar sebagai kota yang punya identitas rasa yang tegas dan berbeda.

Keberadaan tamu dari luar daerah secara otomatis memberi napas tambahan bagi rumah makan dan pusat kuliner yang menjadi tujuan utama. Dalam situasi seperti ini, keunggulan kuliner lokal bukan hanya tampil sebagai kebanggaan warga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang nyata. Setiap meja yang terisi, setiap pesanan yang masuk, dan setiap kunjungan ke sentra makanan ikut menambah nilai dari penyelenggaraan Rakernas itu sendiri.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa kegiatan politik berskala besar tidak selalu berhenti pada forum dan pidato. Di Makassar, Rakernas justru menjelma menjadi momentum pertemuan antara agenda politik nasional dan kekuatan ekonomi kerakyatan yang hidup di warung, rumah makan, hotel, hingga lapak UMKM.

Makassar Tunjukkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Nasional

Selain dampak ekonomi langsung, Rakernas I NasDem juga menjadi ajang pembuktian bagi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar sebagai tuan rumah kegiatan nasional berskala besar. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menuntut kesiapan yang tidak kecil, mulai dari akomodasi, fasilitas pertemuan, hingga dukungan transportasi dan layanan pendukung lainnya.

Dalam konteks ini, Makassar bukan hanya menjadi lokasi acara, tetapi juga wajah yang dilihat oleh para peserta dari seluruh Indonesia. Setiap detail penyelenggaraan menjadi bagian dari penilaian terhadap kapasitas kota dalam menerima agenda politik besar. Karena itu, gelaran seperti Rakernas memiliki arti lebih dari sekadar forum organisasi; ia juga menjadi ruang uji bagi kemampuan daerah dalam mengelola keramaian, pelayanan, dan kenyamanan tamu.

Bagi pelaku UMKM, momentum ini jelas bernilai. Produk daerah yang dipamerkan selama kegiatan memberi kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan identitas lokal ke audiens yang lebih besar. Ketika ribuan kader dan pengurus datang dari berbagai provinsi, peluang untuk membangun koneksi ekonomi pun terbuka lebih lebar.

Di tengah padatnya agenda politik, yang menonjol justru adalah bagaimana sebuah kegiatan partai bisa memberi efek nyata pada kehidupan ekonomi kota. Makassar memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan bahwa ia bukan hanya kuat sebagai pusat kuliner, tetapi juga siap menjadi tuan rumah yang mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus.