Noah dan Baron membawa Baja ke rumah sakit dengan harapan Baja bisa tertolong dan segera melaporkannya ke polisi. Namun, sayangnya Baja meninggal sebelum sempat memberikan informasi apapun. Meskipun demikian, mereka tetap bertekad untuk mencari kebenarannya walaupun satu-satunya saksi telah tiada. Keesokan harinya, Amira dan Biru bersiap untuk mengungkap kehamilan Amira kepada Damar. Di ruang makan, Amira bermaksud memberitahu sang ayah langsung, tetapi Nadine lebih dulu memberitahu Damar dan mencoba menjadikannya sebagai bahan untuk menimbulkan konflik. Amira dan Biru berusaha memberikan kejutan kepada Damar, sementara Diandra merasa iri dan menuduh Amira memanfaatkan kehamilannya untuk mendapatkan perhatian dari ayahnya. Di sisi lain, Elang menerima hasil lab yang menunjukkan obat-obatan itu asli dan sesuai dosis. Apakah hasil lab ini ada kaitannya dengan Bram dan Nadine? Bagaimana perkembangan Amira, dan apakah Nadine berhasil mempengaruhi Damar terkait berita kehamilan Amira? Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Saksikan terus drama Indonesia “Terbelenggu Rindu” setiap harinya pukul 18.30 WIB hanya di RCTI kanal digital 28 UHF untuk pemirsa Jabodetabek.
Saksi Mata Tiada: Kisah Biru dan Elang Mencari Kebenaran





