Menteri Ekraf Yakin Riset Mahasiswa ITS Mendunia

by -227 Views

Di tengah dorongan agar kampus tidak berhenti di ruang kelas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mendapat sorotan sebagai salah satu perguruan tinggi yang dinilai punya modal kuat untuk melahirkan riset berkelas dunia. Bukan hanya karena reputasi akademiknya, tetapi juga karena kemampuan ITS membangun jembatan antara laboratorium, industri, dan kebutuhan nyata di lapangan.

Keyakinan itu turut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya. Ia melihat hasil riset mahasiswa ITS bukan sekadar karya ilmiah untuk memenuhi tugas akhir, melainkan potensi yang bisa mendorong Indonesia tampil lebih kompetitif di tingkat global. Menurutnya, ekosistem riset yang tumbuh di ITS sudah berada pada jalur yang tepat untuk memberi dampak yang lebih luas, termasuk bagi sektor ekonomi kreatif.

Teuku menilai, kekuatan ITS terletak pada keseriusan kampus membangun ruang riset yang didukung fasilitas memadai serta kemitraan yang terbuka dengan berbagai pihak. Kondisi itu membuat mahasiswa dan dosen memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada konsep, tetapi bisa dikembangkan menjadi solusi nyata. Dari sini, ia optimistis hasil riset ITS akan menemukan tempatnya di percaturan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memberi nilai tambah bagi Indonesia.

Riset Kampus yang Tak Berhenti di Laboratorium

ITS selama ini dikenal sebagai salah satu kampus yang kuat dalam bidang riset dan inovasi. Reputasi itu tidak lahir begitu saja, melainkan dari konsistensi membangun kerja sama dengan industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat hasil riset di ITS lebih mudah diarahkan agar relevan dengan kebutuhan zaman.

Fasilitas riset yang lengkap juga menjadi penopang penting. Dengan dukungan tersebut, kegiatan penelitian mahasiswa dan dosen dapat berjalan lebih lancar dan terarah. Bagi Teuku Riefky, kondisi ini menunjukkan bahwa ITS bukan hanya mencetak lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan yang punya daya saing. Ia menilai, jika ekosistem seperti ini terus dijaga, maka riset-riset dari kampus dapat melampaui batas lokal dan masuk ke level yang lebih luas.

Dalam pandangannya, riset yang kuat harus memiliki nilai guna. Karena itu, kerja sama dengan industri menjadi penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik. Ketika riset dapat bertemu dengan kebutuhan pasar dan masyarakat, maka peluang untuk berkembang menjadi produk, layanan, atau teknologi baru akan semakin terbuka. Di titik inilah, ITS dianggap memiliki posisi strategis.

Generasi Muda dan Masa Depan Ekonomi Kreatif

Selain menyoroti kekuatan riset, Teuku juga menaruh perhatian pada peran generasi muda dalam masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Ia percaya mahasiswa memiliki posisi penting karena merekalah yang paling akrab dengan perubahan teknologi, terutama teknologi digital yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, kemampuan generasi muda memanfaatkan teknologi menjadi salah satu modal utama dalam transformasi ekonomi kreatif.

Teuku menyebut bahwa ekonomi kreatif tidak bisa dilepaskan dari inovasi, adaptasi, dan keberanian untuk mencoba pendekatan baru. Dalam konteks itu, mahasiswa ITS dinilai punya peluang besar untuk berkontribusi, sebab mereka tumbuh dalam lingkungan akademik yang mendorong pemikiran teknis sekaligus kreatif. Ia melihat kombinasi tersebut sebagai kekuatan yang bisa membawa lahirnya ide-ide segar bagi sektor ekonomi kreatif nasional.

Menurut Teuku, transformasi ekonomi kreatif adalah bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju cita-cita besar di masa depan. Ia menekankan bahwa Indonesia emas hanya bisa dicapai bila generasi mudanya memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas dan produktif. Riset kampus, khususnya yang lahir dari mahasiswa, menjadi salah satu pintu masuk untuk mewujudkan hal itu. Dari kampus, ide bisa tumbuh; dari ide, inovasi bisa lahir; dan dari inovasi, sektor ekonomi kreatif dapat bergerak lebih cepat.

Potensi ITS untuk Bersaing di Panggung Global

Optimisme Teuku terhadap ITS juga bertumpu pada pandangannya bahwa kualitas riset tidak lagi cukup diukur dari banyaknya publikasi atau gelar akademik semata. Yang lebih penting adalah sejauh mana hasil riset mampu menjawab tantangan nyata dan punya daya saing di tingkat internasional. Dalam hal ini, ITS dinilai memiliki bekal yang kuat untuk masuk ke percakapan global.

Ia meyakini bahwa kolaborasi yang sudah dibangun ITS dengan berbagai industri menjadi salah satu pintu untuk memperluas pengaruh riset kampus. Kerja sama seperti itu bukan hanya memperkaya pengalaman penelitian, tetapi juga mempercepat proses hilirisasi gagasan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang kompeten, peluang ITS untuk menempatkan riset mahasiswanya di tingkat dunia terbuka lebar.

Teuku juga menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif Indonesia sangat bergantung pada keberanian untuk menghubungkan teknologi, riset, dan kreativitas. Bagi dia, mahasiswa ITS berada di jalur yang tepat untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut. Jika ekosistem riset terus diperkuat dan semangat inovasi tetap dijaga, maka hasil karya dari kampus ini bukan hanya akan dikenal di dalam negeri, tetapi juga berpotensi memberi nama baik Indonesia di panggung internasional.