Generasi Z yang terkenal malas menikah dan memilih untuk tidak memiliki anak mulai menarik perhatian publik. Beberapa alasan di balik tren ini termasuk gaya hidup modern dan tekanan ekonomi yang memengaruhi keputusan generasi muda. Banyak dari mereka memilih untuk tidak menikah atau menunda pernikahan untuk fokus pada karier dan kehidupan pribadi mereka.
dr. Boyke Dian Nugraha, seorang seksolog terkemuka, mengungkapkan bahwa pola pikir instan dan tanggung jawab sebagai sandwich generation turut memengaruhi kecenderungan ini. Kehidupan instan dan tekanan tanggung jawab membuat sebagian Generasi Z enggan untuk membentuk rumah tangga.
Dengan meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan generasi muda yang tidak tertarik untuk menikah, dr. Boyke juga mengkhawatirkan risiko penularan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Meskipun mereka tidak ingin menikah, kebutuhan seksual tetap ada dan hal ini menjadi perhatian kesehatan masyarakat.
Selain itu, tren child free juga merupakan bagian dari fenomena Generasi Z yang patut diperhatikan. Menurut dr. Boyke, memiliki anak sebenarnya merupakan naluri alami manusia yang memiliki dampak positif pada kesehatan mental. Perilaku dan keputusan yang diambil oleh Generasi Z dalam hal ini telah menjadi topik diskusi yang menarik dalam masyarakat.





