Kolaborasi National–Local–Private dalam Program MBG: Kunci Sukses

by -239 Views

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO), membagikan wawasan kunci dengan para pemimpin daerah untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang diselenggarakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Rabu (30 Juli). Turut hadir dalam acara tersebut Muhamad Isra Ramli, Deputi I Bidang Materi Komunikasi dan Informasi di PCO; Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara yang bertajuk “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” ini diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air).

Forum ini juga dihadiri oleh beberapa pemimpin daerah, antara lain: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, serta pejabat daerah lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).

Dalam pidatonya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan sudut pandang di semua tingkatan pemerintahan untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional yang lancar dan terkoordinasi. “Kita harus memastikan keselarasan—terutama antara pemerintah pusat dan daerah—sehingga kita dapat maju bersama. Pemahaman bersama adalah kunci,” ujarnya.

Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo bukanlah hasil improvisasi tetapi didasarkan pada perencanaan jangka panjang—banyak gagasan yang telah dituangkan dalam buku yang ditulis Prabowo lebih dari satu dekade yang lalu, yang kini menjadi dasar program pemerintah.

Salah satu inisiatif unggulan tersebut adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dalam pandangan Hasan adalah hasil dari visi jangka panjang yang dipikirkan matang. Dia mencatat bahwa program serupa telah diterapkan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang bisa diamati dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program tersebut.

“Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur-dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya.

Forum ini juga sebagai platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan umpan balik dan usulan langsung kepada perwakilan BGN terkait program MBG. Hasan menegaskan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menciptakan terobosan nyata di lapangan.

Hasan juga mengingatkan peserta bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap makanan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan yang tidak kalah penting—rasanya harus enak.

“Jika makanannya tidak enak dan tidak dimakan, maka tujuan tidak tercapai. Itulah mengapa saya katakan: jika makanannya tidak enak, beri masukan. Mubazir jika akhirnya berakhir di tempat sampah,” katanya.

Source link