Pakar IPB: Uji Klinis Vaksin TBC Fase 3 di Indonesia

by -201 Views

Desdiani, seorang dosen di Fakultas Kedokteran IPB University, menyoroti pentingnya transparansi dan etika dalam uji klinis vaksin TBC fase 3 di Indonesia. Dia menekankan perlunya kewaspadaan dalam proses uji klinis untuk melindungi data genetik warga Indonesia dan memastikan kredibilitas ilmiah terjaga. Vaksin dengan kode M72 ini didukung oleh Gates Foundation dan Wellcome Trust, dan Indonesia menjadi salah satu dari sepuluh negara yang terlibat dalam uji klinis fase 3. Desdiani juga mengingatkan pentingnya penilaian lembaga-lembaga terkait di Indonesia seperti BRIN, BIN, BPOM, Bio Farma, dan Komite Vaksin Nasional terhadap uji klinis ini.

Proses uji coba melibatkan 2.095 orang yang sehat dengan riwayat kontak pasien TBC positif, dengan pengambilan sampel darah berkali-kali untuk menganalisis respons antibodi. Desdiani menyoroti risiko potensial kebocoran data genomik warga Indonesia dan menekankan perlunya pengawasan yang ketat terhadap pengelolaan data genetik. Dia juga mempertanyakan status izin uji klinis dari BPOM, yang seharusnya diumumkan secara transparan kepada publik.

Desdiani menegaskan bahwa perhatiannya bukan untuk menolak vaksin, namun untuk memastikan bahwa semua prosedur telah dijalankan sesuai regulasi. Dia menekankan pentingnya ketaatan pada standar etik kredibel dan kejelasan informasi terkait produsen vaksin, kemasan, status kehalalan, dan keamanan vaksin. Desdiani juga menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam memerangi TBC, tidak hanya melalui vaksinasi, tetapi juga dengan menjaga status gizi, imunitas tubuh, dan kepatuhan minum obat.

Akhirnya, Desdiani mengecam proses pengambilan kebijakan kesehatan tanpa keterbukaan dan menegaskan komitmen IPB University terhadap kehati-hatian ilmiah dan integritas dalam penelitian kesehatan. Dia menegaskan bahwa inovasi harus dijalankan dengan transparansi, akuntabilitas, dan fokus pada keselamatan masyarakat.

Source link