Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Riady Foundation meluncurkan Gerakan STEM Indonesia Cerdas 2025–2027 untuk mempercepat kemajuan bangsa di tengah tantangan pendidikan abad ke-21. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) sejak tingkat pendidikan dasar.
Gerakan ini merupakan inisiatif yang didukung oleh beberapa kementerian, seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Komunikasi dan Digital. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah kesenjangan akses, kualitas, dan sumber daya dalam pendidikan STEM di Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pentingnya STEM dalam membentuk pola pikir logis dan kreatif bagi generasi muda. STEM juga merupakan fondasi untuk kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Program ini diharapkan dapat membantu siswa tidak hanya mencintai, tetapi juga menguasai teknologi untuk membawa kemajuan bagi bangsa.
Riady Foundation menekankan bahwa STEM merupakan dasar pengembangan teknologi yang menjadi kunci kemajuan suatu bangsa. Melalui kolaborasi ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat berpikir kritis, kreatif, dan bersiap untuk berkontribusi secara global. Program ini akan memberikan pendidikan AI dan STEM kepada 10 juta siswa Indonesia melalui modul ajar inklusif, pelatihan guru, platform pembelajaran digital, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang menyeluruh. Program tersebut diharapkan dapat menyokong transformasi pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh siswa di Indonesia.





