Israel Serang Gaza: Neraka Kembali dalam Serangan Total

by -260 Views

Israel telah mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza dengan meluncurkan “operasi darat skala luas” untuk menguasai sejumlah wilayah Palestina yang parah akibat perang. Pengumuman ini datang setelah perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas di Qatar berakhir tanpa kemajuan. Menurut militer Israel, operasi ini telah berhasil membunuh puluhan teroris, merusak infrastruktur milik Hamas, dan kini mereka berada di posisi strategis. Namun, serangan udara dan darat ini telah menewaskan setidaknya 130 warga Palestina dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Kondisi medis di Gaza semakin memburuk dengan jumlah korban yang terus meningkat, terutama anak-anak. Banyak korban ditemukan di Khan Younis, di mana lebih dari separuh korban yang dibawa ke Rumah Sakit Nasser adalah perempuan dan anak-anak. Selain merusak rumah-rumah, serangan tersebut juga mengenai tenda-tenda tempat pengungsi seekor berlindung.

Warga Gaza seperti Fatima al-Rahal dan Basel al-Barawi menuturkan pengalaman traumatis mereka, yang menyebabkan kerugian besar baik secara fisik maupun emosional. Di tengah kondisi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji mengizinkan sedikit pasokan makanan masuk ke Gaza untuk mencegah krisis kelaparan. Namun, Israel berpegang pada syarat untuk mengakhiri kekerasan, membebaskan sandera, pengasingan pemimpin Hamas, dan perlucutan senjata di Gaza.

Negosiasi di Doha sejauh ini belum mencapai kemajuan yang signifikan dalam mencapai gencatan senjata. Data Kementerian Kesehatan Gaza memperlihatkan bahwa lebih dari 53.000 warga Palestina tewas sejak dimulainya perang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Organisasi kesehatan global mengkhawatirkan peningkatan kasus malnutrisi akut pada anak-anak dan menegaskan bahwa bantuan harus segera disalurkan untuk menghindari lebih banyak kematian.

Source link