Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Pesantren Persatuan Islam (Persis) Tarogong Garut, Jawa Barat membuktikan keberhasilan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dengan menggabungkan peran keluarga pondok sebagai pemasok bahan makanan dan santri sebagai penerima manfaat. Dapur MBG memastikan kualitas makanan dengan langsung membeli bahan makanan dari mitra, yang sebagian besar adalah orangtua santri. Beroperasi sejak Desember 2024, Dapur MBG Pondok Persis Garut telah memberikan pelayanan tanpa keluhan mengenai kualitas makanan selama lima bulan terakhir.
Dalam upaya meningkatkan kualitas gizi, Dapur MBG juga edukasi santri untuk mengonsumsi makanan yang sehat, termasuk sayuran. Program ini didukung oleh penanggungjawab dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Di Garut, ada 19 SPPG yang tersebar di 14 kecamatan dan 19 desa, masing-masing mampu melayani 3.000 porsi.
Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut membutuhkan lebih dari 300 Dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi santri. Pemerintah daerah siap mendukung program ini dengan merencanakan lokasi Dapur MBG dan infrastruktur yang diperlukan. Dengan demikian, program Dapur MBG bertujuan memberikan manfaat gizi yang optimal bagi santri dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat.
