Legislator DPR RI Bambang Haryo Soekartono melakukan inspeksi mendadak di Terminal Tipe A Mangkang Kota Semarang untuk mengecek kondisi fasilitas dan berbicara langsung dengan para penumpang. Salah satu penumpang, Widiastuti (45), mengeluhkan keterlambatan dan ketidakteraturan bus yang sering kali hanya datang satu per satu atau bahkan bersamaan. Menanggapi keluhan tersebut, Bambang berjanji akan mengupayakan perbaikan sistem transportasi dengan mengusulkan penerapan teknologi GPS seperti yang telah dilakukan di Kota Surakarta. Ia menekankan pentingnya pelacakan bus dan moda transportasi umum melalui monitor yang dapat memastikan jadwal keberangkatan kepada masyarakat.
Selain itu, Bambang juga mengkritisi minimnya aktivitas bus di Terminal Mangkang, dimana hanya sekitar lima persen dari total bus antarkota antarprovinsi yang singgah di terminal tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap bus yang melintas di Jawa Tengah wajib berhenti di Terminal Mangkang sesuai dengan ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2019. Bambang menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap perusahaan otobus yang tidak mematuhi aturan tersebut serta menekankan pentingnya kehadiran terminal ilegal yang dapat mengganggu aktivitas Terminal Mangkang.
Selama inspeksi, Bambang menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi transportasi dan memberikan komitmen untuk mengusulkan perbaikan sistem serta tindakan yang dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas dan keteraturan transportasi di Terminal Mangkang, Semarang. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa rata-rata hanya 50 unit bus yang singgah di Terminal Mangkang setiap harinya, menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam optimalisasi penggunaan terminal tersebut.




