“Program Makan Bergizi Gratis: Prabowo & Pelajaran dari India”

by -376 Views

India adalah salah satu negara yang telah menjalankan program makan siang gratis sejak tahun 1995. Program yang dikenal sebagai Mid-Day Meal Scheme (MDMS) ini telah mencakup lebih dari 125 juta anak berusia 6-14 tahun di seluruh negara. Pemerintah India, untuk periode 2023-2024, mengalokasikan dana sekitar US$1,4 miliar untuk program MDMS, yang kini dikenal sebagai PM-POSHAN. Dalam sebuah taklimat media di New Delhi, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menjelaskan betapa pentingnya program tersebut bagi masyarakat India dan dampak positifnya.

Jaishankar juga menyoroti tujuan dan sasaran dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi secara global. Menurutnya, program makan siang gratis tidak hanya meningkatkan kehadiran di sekolah, tapi juga berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi masyarakat. India juga memiliki program lain seperti Jal Jeevan Mission yang bertujuan memberikan akses air bersih langsung ke setiap rumah, sehingga menurunkan penyakit akibat air kotor dan meningkatkan partisipasi perempuan di sekolah.

G20 Sherpa Government of India, Amitabh Kant, juga menjelaskan bahwa program makan gratis berperan besar dalam mengangkat jutaan orang dari garis kemiskinan. Meskipun ada kritikan terhadap subsidi pemerintah, Amitabh menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi dimulai pada awal tahun 2025, dengan target menyasar jutaan anak sekolah di seluruh provinsi.

Presiden Prabowo Subianto turut menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memastikan setiap anak-anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi. Program ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak dan direncanakan akan diperluas agar dapat mencakup lebih banyak anak di tahun-tahun mendatang. Dengan mempelajari pengalaman India dalam menjalankan program serupa, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan masyarakat secara keseluruhan.